Minggu, 01 Maret 2020

APA ITU STRAIN GAUGE ?


Pengertian Strain Gauge
Strain Gauge adalah komponen elektronika yang dipakai untuk mengukur tekanan (deformasi atau strain). Alat ini berbentuk foil logam atau kawat logam yang bersifat insulatif (isolasi) yang ditempel pada benda yang akan diukur tekanannya, dan tekanan berasal dari pembebanan. Prinsipnya adalah jika tekanan pada benda berubah, maka foil atau kawat akan terdeformasi, dan tahanan listrik alat ini akan berubah. Perubahan tahanan listrik ini akan dimasukkan kedalam rangkaian jembatan Whetstone yang kemudian akan diketahui berapa besar tahanan pada Strain Gauge.
Sensor strain gauge pada umumnya adalah tipe metal-foil, dimana konfigurasi grid dibentuk oleh proses photoeching. Karena prosesnya sederhana, maka dapat dibuat bermacam macam ukuran gauge dan bentuk grid. Untuk macam gauge yang terpendek yang tersedia adalah 0,20 mm; yang terpanjang adalah 102 mm. Tahanan gauge standard adalah 120 mm dan 350 ohm, selain itu ada gauge untuk tujuan khusus tersedia dengan tahanan 500, 1000, dan 1000 ohm.
Sg adalah factor gauge atau konstanta kalibrasi untuk gauge. Factor Sg selalu lebih kecil dari sensitivitas alloy metallic Sa karena konfigurasi grid dari gauge dengan konduktor transverse lebih kecil responsifnya ke strain axial dari pada konduktor lurus uniform.
Pengukuran ketegangan menggunakan strain gauge dilakukan dengan menempatkan strain gauge pada rangkaian jembatan. Dalam prakteknya, orde pengukuran strain tidak lebih dari milistrain (e x 10-3), oleh karena itu pengukuran ketegangan memerlukan pengukuran yang sangat akurat dari perubahan yang sangat kecil dari resistansinya.
Macam-macam Strain Gauge
Sensor gaya muatan Berfungsi untuk mengubah gaya, beban, torsi dan regangan menjadi resistansi/hambatan. Sensor ini terbuat dari kawat tahanan tipis berdiameter sekitar 1 mm. Kawat tahanan yang biasa digunakan adalah campuran dari bahan konstantan (60 % Cu dan 40 % Ni).  Kawat tahanan ini dilekatkan pada papan penyangga membentuk strain gauge dengan tipe-tipe:
  • Bonded strain gage
Susunan kawat tahanan di dalamnya berliku-liku sehingga memudahkan pendeteksian terhadap gaya tekanan yang tegak lurus dengan arah panjang lipatan kawat, karena tekanan akan menarik kabel sehingga meregang. Dengan meregannya starin gage, maka terjadi perubahan resistansi kawat
  • Unbonded strain gage
Jenis strain gage yang dibentuk dengan kawat tahanan yang terpasang lurus dan simetris. Jika papan atau rangka mendapat tekanan dari luar, maka resistansinya akan bertambah

Prinsip kerja Strain Gauge
Sensor strain gauge adalah grid metal-foil yang tipis yang dilekatkan pada permukaan dari struktur. Apabila komponen atau struktur dibebani, terjadi strain dan ditransmisikan ke foil grid. Tahanan foil grid berubah sebanding dengan strain induksi beban. Sensor strain gauge pada umumnya adalah tipe metal-foil, dimana konfigurasi grid dibentuk oleh proses photoeching. Karena prosesnya sederhana, maka dapat dibuat bermacam macam ukuran gauge dan bentuk grid. Untuk macam gauge yang terpendek yang tersedia adalah 0,20 mm; yang terpanjang adalah 102 mm. Tahanan gauge standard adalah 120 mm dan 350 ohm, selain itu ada gauge untuk tujuan khusus tersedia dengan tahanan 500, 1000, dan 1000 ohm.
Gaya yang diberikan pada suatu benda logam (material ferrit / konduktif), selain menimbulkan deformasi bentuk fisik juga menimbulkan perubahan sifat resistansi elektrik benda tersebut.
Dengan menempelkan jenis material tersebut pada suatu benda uji (specimen) menggunakan suatu perekat yang isolatif terhadap arus listrik, maka material tadi akan menghasilkan adanya perubahan resistansi yang nilainya sebanding terhadap deformasi bentuknya.
Apabila ada gaya akan mengubah nilai resistansinya, perubahan resistansinya sesuai dengan gaya yang diberikan. Prinsip dasar dari penggunaan hambatan listrik strain gauge merupakan fakta bahwa hambatan dari perubahan kawat sebagai fungsi tegangan, meningkat dengan tekanan dan menurun dengan adanya pemampatan. Perubahan dalam hambatannya diuur dengan menggunakan rangkaian jembatan Wheatstone. Strain gauge terikat pada spesimen dan kemudian pengukur (gauge) dikenanan pada tekanan yang sama sebagaimana spesimen yang sedang dalam pengujian (U.A.Bakshi, 2008).

Aplikasi Strain Gauge
Secara umum, aplikasi dari strain gauge digunakan untuk mendeteksi adanya perubahan tekanan pada suatu materi uji. Strain gauge sering digunakan dalam penelitian teknik mesin dan pengembangan untuk mengukur tekananan yang dilakukan oleh mesin. Pengujian komponen pada pesawat merupakan salah satu area penggunaannya, berbagai komponen penting dari rangka pesawat menggunakan strain gauge untuk menguji ketahanannya terhadap tekanan (Carpenter, 2008).
Aplikasi lain dari strain gauge juga dapat ditemukan dalam bidang biomedis. Beberapa contoh aplikasinya antara lain: dapat digunakan sebagai untuk mengukur kontraksi otot kardia secara kontinyu, dapat digunakan untuk mengukur tekanan darah untuk mengetahui abnormalitas dari kardiovaskular, untuk mengukur laju pernapasan, dan juga secara luas dikembangkan untuk mendeteksi tekanan yang cocok dalam melakukan pemasangan anggota tubuh buatan (C. Raja Rao, 2000).

Aplikasi lain strain gauge :
1.      Digunakan pada pengkur berat badan digital
2.      Timbangan Digital pada kapasitas berat yang diangkut oleh bus, truck, dll.
3.      Mengukur batas maksimal tumpangan pada lift
Misal :   
Pada Timbangan Digital pada kapasitas berat yang diangkut oleh bus, truck, dll. Sensor ini dapat di pasang di kenadaran bermotor seperti, motor, mobil, truck ataupun bus. Karena banyak kendaraan bermotor tidak menaati peraturan dalam berkendara. Biasanya mereka membawa beban dalam kendaraannya melebihi yang standart kendaraan yang seharusnya. Itu mengakibatkan dapat terjadinya keolengan kemudian terjadi kecelakaan. Untuk menghindari hal tersebut dapat kita dapat memasangkan sensor ini. Jika terjadi kelebihan muatan kendaraan tersebut akan berbunyi dengan keras, dan mesin tidak dapat dihidupkan.


Sabtu, 09 Februari 2019

Simbol Flowchart dan fungsinya


Flowchart memiliki simbol- simbol tersendiri dari setiap anotasi- anotasi geometri yang digunakan. Beberapa simbol flowchart sering digunakan dalam pembuatan sebuah sistem, sedangkan lainnya jarang digunakan, kecuali dalam pembuatan proses yang komplek dan rumit.

Terminal Point Symbol / Simbol Titik Terminal
menunjukkan permulaan (start) atau akhir (stop)
dari suatu proses.
Flow Direction Symbol / Simbol Arus adalah simbol
yang digunakan untukmenghubungkan antara simbol
yang satu dengan simbol yang lain (connecting line).
Simbol ini juga berfungsi untuk menunjukkan garis
alir dari proses.
Processing Symbol / Simbol Proses digunakan untuk menunjukkan kegiatan
yang dilakukan oleh komputer. Pada bidang industri (proses produksi barang),
simbol ini menggambarkan kegiatan inspeksi atau yang biasa dikenal dengan
simbol inspeksi
Decision Symbol / Simbol Keputusan merupakan simbol yang digunakan
untuk memilih proses atau keputusan berdasarkan kondisi yang ada. Simbol
ini biasanya ditemui pada flowchart program.
Input-Output / Simbol Keluar-Masuk menunjukkan proses input-output yang
terjadi tanpa bergantung dari jenis peralatannya.
Predefined Process / Simbol Proses Terdefinisimerupakan simbol yang
digunakan untuk menunjukkan pelaksanaan suatu bagian prosedur (sub-proses).
Dengan kata lain, prosedur yang terinformasi di sini belum detail dan akan dirinci
di tempat lain
Connector (On-page) Simbol ini fungsinya adalah untuk menyederhanakan
hubungan antar simbol yang letaknya berjauhan atau rumit bila dihubungkan
dengan garis dalam satu halaman
Connector (Off-page) 
Sama seperti on-page connector, hanya saya simbol ini digunakan untuk
menghubungkan simbol dalam halaman berbeda. label dari
simbol ini dapat menggunakan huruf atau angka
Preparation Symbol / Simbol Persiapan merupakan simbol yang digunakan
untuk mempersiapkan penyimpanan di dalam storage.
Manual Input Symbol digunakan untuk menunjukkan input data secara manual
menggunakan online keyboard.
Manual Operation Symbol / Simbol Kegiatan Manual digunakan untuk
menunjukkan kegiatan/proses yang tidak dilakukan oleh komputer.
Document Symbol
Jika Anda menemukan simbol ini artinya input berasal dari dokumen dalam
bentuk kertas, atau output yang perlu dicetak di atas kertas.
Multiple Documents
sama seperti document symbol hanya saja dokumen yg digunakan lebih dari
satu dalam simbol ini
Display Symbol
adalah simbol yang menyatakan penggunaan peralatan output, seperti layar
monitor, printer, plotter dan lain sebagainya
Delay Symbol 
sesuai dengan namanya digunakan untuk menunjukkan proses delay
(menunggu) yang perlu dilakukan. Seperti menunggu surat untuk diarsipkan dll

Dikutip dari:
https://bukubiruku.com
http://eka126.blogspot.com

Jumat, 28 Desember 2018

JENIS-JENIS SBU (SERTIFIKAT BADAN USAHA)

Berikut kami sajikan dalam bentuk Tabel sebagai berikut:



No.
Jenis SBU
Klasifikasi
Kualfikasi
Dasar Hukum
1
Jasa Pelaksana Konstruksi
Meliputi klasifikasi; bangunan gedung, bangunan sipil, instalasi mekanikal dan elektrikal serta jasa pelakasana lainnya untuk Kontraktor
Kecil : K1, K2 dan K3
Menengah : M1 dan M2
Besar : B1 dan B2
Peraturan LPJKN Nomor 10 Tahun 2014 tentang Perubahan kedua atas peraturan LPJKN Nomor 10 Tahun 2013 tentang Registrasi Usaha Jasa Pelaksana Konstruksi. 
2.
Jasa Perencana dan Pengawas Konstruksi
Meliputi klasifikasi perencanaan arsitektur, perencanaan rekayasa, perencanaan tata ruang, pengawasan arsitektur, pengawasan rekayasa (engineering), pengawasan penataan ruang, konsultasi spesialis, dan jasa konsultasi lainnya untuk Konsultan
Kecil : K1 dan K2
Menengah : M1 dan M2
Besar : B
Peraturan LPJKN Nomor 2 Tahun 2015 tentang Perubahan Pertama atas Peraturan LPJKN Nomor 11 Tahun 2013 tentang Registrasi Usaha Jasa Perencanaan dan Pengawas Konstruksi.
3.
Jasa Konstruksi Terintegasi
Meliputi klasifikasi jasa terintegrasi untuk infrastruktur transportasi, jasa terintegrasi untuk konstruksi penyaluran air dan pekerjaan sanitasi, jasa terintegrasi untuk konstruksi manufaktur, dan jasa terintegrasi untuk konstruksi fasilitas minyak dan gas.
Besar : B1 dan B2
Peraturan LPJKN Nomor 3 Tahun 2015, tentang Perubahan Pertama atas Peraturan LPJKN Nomor 5 Tahun 2014 tentang Registrasi Usaha Jasa Konstruksi.

Sertifikat badan usaha dengan kualifikasi besar dikeluarkan oleh LPJK Nasional
Sertifikasi Badan Usaha
Kualifikasi
Jasa Pelaksana Konstruksi 
BESAR (B1),  BESAR (B2)
Jasa Perencana dan Pengawas Konstruksi
BESAR B
Jasa Konstruksi Terintegrasi
BESAR (B1), BESAR (B2)

Sertifikat badan usaha dengan kualifikasi Kecil, Menengah dikeluarkan oleh LPJK Provinsi
Sertifikasi Badan Usaha
Kualifikasi
Jasa Pelaksana Konstruksi 
KECIL K1
KECIL K2
KECIL K3
MENENGAH M1 
MENENGAH M2
Jasa Perencana dan Pengawas Konstruksi
KECIL K1
KECIL K2
MENENGAH M1 
MENENGAH M2


JENIS-JENIS PERUSAHAAN


ADAPUN JENIS-JENIS PERUSAHAAN UMUMNYA IALAH SEBAGAI BERIKUT:
1.      Perusahaan perseorangan
Adalah sebuah usaha yang hanya dimiliki oleh seseorang saja. Pemiliknya bertanggung jawab penuh atas semua kegiatan termasuk resiko usahanya.
2.      Firma
Adalah kerjasama menjalankan usaha yang dilakukan oleh 2 orang atau lebih dengan nama bersama. Masing-masing anggota firma memiliki tanggung jawab yang tidak terbatas. Meskipun anggotanya punya kesatuan nama dalam menjalankan usahanya, namun firma bukanlah badan hukum, melainkan hanya sebutan dari anggota bersama-sama.
3.      CV (Persekutuan Komanditer)
Adalah bentuk perjanjian kerjasama dalam mendirikan usaha antara orang yang bersedia mengatur dan bertanggung jawab penuh dengan kekayaan pribadinya dengan orang yang hanya memberikan modal tapi tidak bersedia memimpin perusahaan tersebut, tanggung jawab yang dipikulnya terbatas pada besarnya modal yang ditanamkan.
4.      PT (Perseroan Terbatas)
Adalah badan usaha sekaligus badan hukum yang terdiri dari para pemegang saham yang disebut stockholder dengan tanggung jawab terbatas terhadap utang-utang perusahaan sebesar modal yang mereka tanamkan.
5.      Persero (Perseroan Terbatas Negara)
Adalah bentuk perusahaan milik negara yang sebelumnya bernama Perusahaan Negara. Umumnya Persero ini terjadi dari Perusahaan Negara yang kemudian diadakan penambahan modal yang ditawarkan kepada pihak swasta.
6.      PD (Perusahaan Daerah)
Adalah perusahaan yang saham-sahamnya dimiliki oleh Pemda. Tujuan dididirikannya PD ini adalah untuk mencari keuntungan yang dapat digunakan untuk pembangunan daerah.
7.      Perum (Perusahaan Negara Umum)
Perum adalah bentuk perusahaan negara yang juga bertujuan untuk mencari keuntungan. Selain mencari keuntungan, Perum juga memperhatikan kesejahteraan masyarakat. Walaupun modal usaha dimiliki oleh pemerintah, namun tidak menutup kemungkinan Perum membuka penanaman modal kepada pihak swasta.
8.      Perjan (Perusahaan Negara Jawatan)
Adalah perusahaan yang segala bentuk kegiatannya ditujukan untuk kesejahteraan umum namun tidak meninggalkan sisi efisiensinya. Perjan biasanya memiliki fasilitas-fasilitas negera
9.      Koperasi
Adalah perkumpulan orang-orang yang memiliki tujuan untuk mengadakan kerjasama. Koperasi bertujuan untuk menampung kegiatan perekonomian pada tingkat lapisan bawah.
10.  Yayasan
Umumnya yaysasan adalah sebuah badan hujum dengan kekayaan yang dipisahkan. Tujuan pendirian yayasan bukanlah untuk mencari keuntungan, namun untuk tujuan sosial.